Dear Diary,
Seneng dech bisa ketemu lagi, kali ini mau cerita tentang adik-adik kecil ku. Mereka adalah adik-adik yang belajar mengaji dengan ku, tinggal di sekitar rumah dan mereka masih bersekolah dasar alias SD, empat orang putri dan satu orang putra, masing-masing duduk di SD kelas 1 dan 2, sedangkan yang paling besar duduk di kelas 5 SD, satu orang lagi adalah keponakan ku, anak dari kakak sepupu dan dia adalah yang terkecil diantara lainnya. Yup, di tengah penatnya hari-hari ku setelah bekerja ada penghibur selepas lelah. Kadang pusing yang kurasa hilang begitu saja setelah bertemu dengan mereka .
Ada saja dari tingkah laku mereka yang membuat aku tertawa , tersipu malu, bahkan mengingatkan ketika aku salah. Alhamdulillah… masih diberi kesempatan untuk berbagi ilmu dengan mereka, dan sebenarnya aku juga belajar banyak dari mereka. Belajar dari kejujurannya, mata anak kecil adalah cermin diri sendiri, mata yang memancarkan kepolosan, mata yang memancarkan harapan, bahwa esok akan lebih baik. Dari mereka, aku belajar menjadi sosok teladan, setidaknya sosok yang bertanggungjawab atas setiap perilaku diri, terutama perkataan. Contoh sederhana adalah ketika makan & minum harus duduk, setiap kegiatan diawali dengan ucapan Basmalah dan diakhiri dengan ucapan Hamdalah, dan itu semua dimulai dengan diri ku sendiri (istilah kerennya Ibda’ bin nafsi ^^)
Masing-masing memiliki karakter unik, ada yang pendiam, ceriwis, sensitif (cengeng), ada yang aktif sekaliiii. Pendekatan ke mereka pun berbeda satu sama lainnya . Oiya, belum dikenalkan nama-namanya, (dari kiri ke kanan ya) paling kiri adalah keponakan ku (paling imut kan spt tantenya huehehe…) nanda namanya, dinda (si pendiam), dewo (si super aktif), dewi (si sensitif & ceriwis), dan amel (kk-nya dewo, ceriwis sekali). Semua senang bercerita kecuali dinda
belajar menjadi pendengar yang baik, kadang ide-ide pelajaran baru muncul begitu saja dari cerita-cerita mereka loh. Mereka telah menjadi bagian dari hidupku, mengisi warna dan tawa dalam keluarga ku. Terimakasih Yaa Robb, begitu banyak nikmat yang tlah Engkau beri dan begitu fakirnya hamba atas syukur kepada-Mu, astaghfirullah…
Terimakasih untuk adik-adik ku yang telah mengajarkan banyak hal kepada ku dan maafkan jika kakak belum bisa memberikan yang terbaik. SEMANGAT !!! Lilin harapan itu akan terus kujaga nyala apinya.
