Archive for Tausiyah

:: Menghidupkan Sunah Rasulullah saw. ::

Manfaat Menghidupkan Sunah Rasulullah saw :

1. Sebagai pelengkap dan penyempurna bagi amalan ibadah fardhu dan pahala-pahala ibadah kita.

” ….Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka  tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah sangat keras hukuman-Nya” (QS. 59:7)

2. Salah satu faktor datangnya mahabbah Allah kepada hamba-Nya. Jika setiap amalan dilakukan di awal waktu (ontime) = fastabiqul khoirot = mendekati sunah => mendapat ridho dan ampunan Allah swt. Jika amalan dilakukan di akhir waktu , maka hanya ampunan Allah swt saja yg didapatkan.

3. Sebab terkabulnya doa. Ada koneksi take and give antara hamba dengan Allah.

4. Sebab dihapuskannya dosa.

Katakanlah (Muhammad), ” Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. 3:31)

5. Sebab dilipatgandakan pahala kebaikan. Ada sebuah ucapan seorang sahabat ra. (afwan, lupa namanya) Pahala amal kebaikan adalah kebaikan yang ada sesudahnya . Tahukah makna kata-kata ini kawan ? Sungguh sangat indah dan dalam makna yg terkandung, yaitu bahwa setiap amal sunah yg jika dilakukan secara kontinyu (istimror) akan berbuah pahala berlipat ganda , Allah akan selalu menerimanya , dan ini merupakan bentuk refleksi dari ibadah sunah yg telah dilakukan , secara kualitas atupun kuantitas.

6. Sebab ditinggikannya derajat kemuliaan hamba di mata Allah swt.

-merangkai ilmu yang terserak-

Leave a comment »

Tarhib Ramadhan

Istilah Tarhib Ramadhan sudah menjadi akrab di hati ummat Islam Indonesia. Setiap tahun menjelang datangnya bulan suci Ramadhan ummat menghadiri kegiatan bernama Tarhib Ramadhan. Kata tarhib berasal dari akar kata yang sama yang membentuk kata Marhaban. Sedangkan marhaban artinya selamat datang atau welcome. Maka Tarhib Ramadhan berarti Selamat Datang Ramadhan atau Welcome Ramadhan.

Seorang muslim perlu membangun sikap positif dalam menyambut kedatangan bulan istimewa Ramadhan. Bahkan berdasarkan sebuah hadits Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam biasanya sejak dua bulan sebelum datang Ramadhan sudah mengajukan doa kepada Allah ta’aala dalam rangka Tarhib Ramadhan atau welcoming Ramadhan.

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ رَجَبٌ قَالَ
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَارِكْ لَنَا فِي رَمَضَانَ

Adalah Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam apabila memasuki bulan Rajab berdoa: “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan berkahilah kami di bulan Ramadhan.” ( HR Ahmad 2228 )

Rajab, Sya’ban dan Ramadhan merupakan bulan ketujuh, kedelapan dan kesembilan dari sistem kalender Hijriyah Ummat Islam. Hadits di atas seolah mengisyaratkan bahwa Nabi shollallahu ’alaih wa sallam punya kebiasaan menyambut kedatangan Ramadhan bahkan dua bulan sebelum ia tiba. Artinya, Nabi shollallahu ’alaih wa sallam ingin menggambarkan betapa istimewanya Ramadhan sehingga dua bulan sebelumnya sepatutnya seorang Muslim sudah mulai mengkondisikan diri menyambut Ramadhan lewat do’a seperti di atas.

Mengapa Ramadhan dipandang sebagai bulan istimewa? Coba perhatikan beberapa hadits di bawah ini:

حَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu katanya: Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Apabila tiba bulan Ramadan, dibuka pintu-pintu Syurga dan ditutup pintu-pintu Neraka serta syaitan-syaitan dibelenggu.” ( HR Muslim 1793 )

Read the rest of this entry »

Leave a comment »

Agar Pernikahan Membawa Berkah

Di saat seseorang melaksanakan aqad pernikahan, maka ia akan mendapatkan banyak ucapan do’a dari para undangan dengan do’a keberkahan sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah SAW; “Semoga Allah memberkahimu, dan menetapkan keberkahan atasmu, dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.” Do’a ini sarat dengan makna yang mendalam, bahwa pernikahan seharusnya akan mendatangkan banyak keberkahan bagi pelakunya. Namun kenyataannya, kita mendapati banyak fenomena yang menunjukkan tidak adanya keberkahan hidup berumah tangga setelah pernikahan, baik di kalangan masyarakat umum maupun di kalangan keluarga du’at (kader dakwah). Wujud ketidakberkahan dalam pernikahan itu bisa dilihat dari berbagai segi, baik yang bersifat materil ataupun non materil.

Munculnya berbagai konflik dalam keluarga tidak jarang berawal dari permasalahan ekonomi. Boleh jadi ekonomi keluarga yang selalu dirasakan kurang kemudian menyebabkan menurunnya semangat beramal/beribadah. Sebaliknya mungkin juga secara materi sesungguhnya sangat mencukupi, akan tetapi melimpahnya harta dan kemewahan tidak membawa kebahagiaan dalam pernikahannya.

Seringkali kita juga menemui kenyataan bahwa seseorang tidak pernah berkembang kapasitasnya walau pun sudah menikah. Padahal seharusnya orang yang sudah menikah kepribadiannya makin sempurna; dari sisi wawasan dan pemahaman makin luas dan mendalam, dari segi fisik makin sehat dan kuat, secara emosi makin matang dan dewasa, trampil dalam berusaha, bersungguh-sungguh dalam bekerja, dan teratur dalam aktifitas kehidupannya sehingga dirasakan manfaat keberadaannya bagi keluarga dan masyarakat di sekitarnya.

Realitas lain juga menunjukkan adanya ketidakharmonisan dalam kehidupan keluarga, sering muncul konflik suami isteri yang berujung dengan perceraian. Juga muncul anak-anak yang terlantar (broken home) tanpa arahan sehingga terperangkap dalam pergaulan bebas dan narkoba. Semua itu menunjukkan tidak adanya keberkahan dalam kehidupan berumah tangga.

Memperhatikan fenomena kegagalan dalam menempuh kehidupan rumah tangga sebagaimana tersebut di atas, sepatutnya kita melakukan introspeksi (muhasabah) terhadap diri kita, apakah kita masih konsisten (istiqomah) dalam memegang teguh rambu-rambu berikut agar tetap mendapatkan keberkahan dalam meniti hidup berumah tangga ?

Read the rest of this entry »

Leave a comment »

:: Pewaris Surga ::

Mereka adalah pewaris surga , manusia yang disayangi Allah

Alangkah indah bila hati mengenalnya , tanda-tanda ada tujuh di hidupnya

Yang pertama , orang yang beriman kepada Allah

Iman di hati , mulut , dan langkahnya

Yang kedua , orang yang menjauh dari segala perkara-perkara yang tiada guna

Yang ketiga , orang yang menunaikan zakatnya

Yang keempat , menjaga kemaluannya

Yang kelima , orang yang memelihara amanah

Yang keenam , orang penuhi janjinya

Yang ketujuh , orang-orang yang selalu menjaga waktu dan khusyu’ setiap sholatnya

Dan mereka adalah orang yang dirindu surga

Surga Firdauslah tempat kembali mereka …

 taken from Opick’s Song

(inspirated from QS. 23 : 1-11) 

Leave a comment »

Syariat Islam Mengenai Cinta dan Menikah Tanpa Cinta

Cinta seorang laki-laki kepada wanita dan cinta wanita kepada laki-laki adalah perasaan yang manusiawi yang bersumber dari fitrah yang diciptakan Alloh Subhanallohu wa Ta¢ala di dalam jiwa manusia, yaitu kecenderungan kepada lawan jenisnya ketika telah mencapai kematangan pikiran dan fisiknya. Sebagaimana Firman Alloh Subhanallohu wa Ta¢ala, yang artinya:

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendir , supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya , dan dijadikan-Nya diantara kamu rasa kasih sayang. “Sesungguhnya pada yang demikian itu benar- benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (QS. Ar Rum: 21)

Cinta pada dasarnya adalah bukanlah sesuatu yang kotor, karena kekotoran dan kesucian tergantung dari bingkainya. Ada bingkai yang suci dan halal dan ada bingkai yang kotor dan haram. Cinta mengandung segala makna kasih sayang, keharmonisan, penghargaan dan kerinduan, disamping mengandung persiapan untuk menempuh kehiduapan dikala suka dan duka, lapang dan sempit.

Read the rest of this entry »

Leave a comment »

Matematika Gaji dan Logika Sedekah

Matematika Gaji dan Logika Sedekah

Oleh A. Muttaqin

Dalam satu kesempatan tak terduga, saya bertemu pria ini. Orang-orang biasa memanggilnya Mas Ajy. Saya tertarik dengan falsafah hidupnya, yang menurut saya, sudah agak jarang di zaman ini, di Jakarta ini. Dari sinilah perbincangan kami mengalir lancar.

Kami bertemu dalam satu forum pelatihan profesi keguruan yang diprogram sebuah LSM bekerja sama dengan salah satu departemen di dalam negeri. Tapi, saya justru mendapat banyak pelajaran bernilai bukan dari pelatihan itu. Melainkan dari pria ini.

Read the rest of this entry »

Leave a comment »

Setitik Hikmah dari Samudera Hikmah

Hidup terus berjalan seiring dengan bertambahnya usia. Setiap dimensi
kehidupan telah dan akan dilalui, yang kemudian akan bermuara pada
kembalinya diri kepada Sang Pemilik Kehidupan.

Sedih, kesal, penat, bosan, marah, emosi dan sebagainya adalah sisi
lain dari indahnya hidup. Ketika manusia mau menikmati kesenangan
hidup, maka ia pun harus berani menghadapi sisi lain dari kehidupan.

Adalah fitrah manusia, ketika Allah memberinya ujian maka perasaan
kesal, marah, emosi, mudah mengeluh muncul dalam diri. Semua manusia
akan merasakan hal yang sama, yang membedakan adalah penyikapan
terhadap ujian perasaan tersebut.

Read the rest of this entry »

Leave a comment »

Siapa Diri Kita Sebenarnya

Untuk mengetahui orang…
Kita tak perlu memaksa orang lain untuk mengetahui kita
Untuk meringankan beban orang lain
Kita tak perlu mengabarkan kesulitan kita kepada orang tersebut
Untuk menolong, kita tak perlu menunggu waktu yang luang
Untuk semuanya, kita tak perlu tahu siapa mereka

Tapi jika bisa melakukan atau tidak …maka kita akan tahu, siapa diri kita sebenarnya.

Dan apabila kau menebarkan kebaikan
sekalipun seringan angin berhembus
Maka malaikat akan mencatat tetap sebagai kebaikan yang telah dijanjikan pembalasannya,
nanti atau kelak …

” Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah-pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.”

QS. Al-Zalzalah : 7-8

Leave a comment »

Untuk istri nan penuh kasih sayang…

Untuk bunga nan indah dan penuh cinta
raihlah kebahagiaan, ditanganmulah tugas untuk menjaga rumah,
suami, dan anak-anakmu.

Jika engkau benar-benar ingin mendapatkan surga,
gapailah kecintaan dan keridhaan suami, taatilah ia.
Curahkanlah perhatian kepada suami dan didiklah anak-anak dengan baik
Ciptakanlah kehidupan rumah tangga yang islami dan berperadaban

Ikhlaskanlah dan luruskan kembali niatmu, bahwa engkau
menikah karena ingin membina rumah tangga yang islami dan melahirkan
generasi-generasi yang tangguh

Jagalah kebiasaan untuk selalu berdzikir pagi dan petang,
membaca Alquran, mendirikan salat malam
dan mengkaji buku-buku yang bermanfaat

Saling berlombalah dengan suami, siapa diantara kalian yang mampu
mengkhatamkan Alquran selama satu bulan, atau menghapal beberapa ayat darinya.

Taatlah kepada suami dalam segala hal, kecuali dalam hal yang dimurkai Allah

Nikmati dan syukurilah uang pemberian suami, niscaya Allah kan menjadikannya berkah.
Aturlah keseimbangan keuangan rumah tanggamu. Jangan bersikap boros.

Hidupkan dalam rumah tanggamu jiwa saling menolong
dan keterikatan di antara anak-anakmu, mengajarkan makna saling peduli dan
berempati di antara mereka

Saling memberikan hadiah di antara kalian, akan menyegarkan rasa cinta

Hidangkanlah makanan lezat dan cobalah resep masakan ringan dan sederhana

Manjakanlah suami

Teladanilah sejarah kehidupan istri-istri Rasulullah saw dan ibu-ibu kaum mukminin

Jadilah seorang yang berhati lembut, bersikap ridha,
meneteskan air mata, meminta maaf, bersentuhan, dan saling memeluk

Berdoalah kepada Allah, memohon kehidupan yang baik yang telah disediakan untuk
orang-orang beriman dan beramal shalih.
Tetap bersyukur dikala lapang maupun sempit, semoga Allah memberkahi perjalanan
sisa umurmu dan mewafatkanmu dalam keadaan ridha beroleh ampunan-Nya

Leave a comment »

Untuk setiap suami bijak …

Hendaklah engkau menempatkan rasa cinta itu untuk Allah dan Rasul-Nya
sebagai cinta di atas segala-galanya, kemudian buktikanlah rasa cintamu dengan
“Katakanlah : “JIka kamu mencintai Allah ,ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi
dan mengampuni dosa-dosamu.”
Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

(QS. Ali Imran :31)

Hendaklah engkau senantiasa bersyukur kepada Allah
yang telah mengkaruniakan kepadamu
seorang istri yang dapat membantu urusan ukhrowi dan duniawimu.

Perjalanan panjang bahtera rumah tanggamu
membutuhkan adanya sebuah teman yang baik,terpercaya dan penuh cinta.
Raihlah istrimu untuk bersama mengarungi bahtera itu…

Jadilah suami yang cerdas dan buatlah hatinya
tenang akan kedudukannya di dalam hatimu.
Katakanlah bahwa engkau sangat mencintainya.

Jagalah lisanmu untuk tidak mengucapkan kata-kata kasar dan menyakitkan.
Jika engkau sedang emosi, berusahalah untuk sedikit mengendalikan diri
bersikap diam, memohon ampun kepada Allah, dan memohon pelindungan
kepada-Nya dari godaan setan yang terkutuk.

Muliakanlah istrimu, keluarganya, dan sahabat-sahabatnya
sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan
terhadap dirinya.

Panggillah dia dengan nama panggilan,
yaitu panggilan manja yang disukainya.

Berikanlah senyuman lembut setelah kamarmu dibersihkannya
atau setelah dia menyiapkan makanan yang lezat.
Rangkullah bahunya dengan sentuhan lembut
karena dia telah mendidik anakmu dan menjaganya ketika sakit.

Bersikap sabar, kuat, bisa menyimpan rahasia, dan berakal (pandai)
adalah tabiat asli seorang laki-laki.
Engkau layak memiliki sifat-sifat tersebut.

Berikanlah buku-buku bacaan yang bermanfaat baginya,
pada waktu luang engkau dapat berdiskusi dengan cara yang lemah lembut.
Jangan menyepelekan pendapat-pendapatnya
meskipun pendapatnya tidak bermutu menurut pandanganmu
agar tidak membuat rasa percaya dirinya berkurang.
Berikan pujian jika dia membuat suatu prestasi dan berterimakasihlah.
Teruslah belajar dan bersabarlah.

Duduklah didekatnya, peganglah tangannya, berikanlah nasihat kepadanya
dengan cara yang lemah lembut tanpa disertai sikap kasar.
Bantulah ia agar senantiasa melakukan ketaatan kepada Allah.

Tunjukkanlah rasa gembira ketika mengunjungi
keluarga istri,jangan terlihat gelisah dan selalu melihat jam
seolah-olah ingin cepat pulang.

Berusahalah untuk menemani istri berbelanja dan belikan hadiah
untuk istri setiap kali pergi belanja dengannya,
meski hanya berupa sesuatu yang sederhana.

Hindarilah sikap kikir dan mengurangi bagian uang belanja istrimu,
namun berikanlah sesuai dengan rizki yang telah Allah lapangkan untuk dirimu.

Doakanlah selalu ia agar menjadi teman hidup yang penuh berkah
yang menemani sisa umurmu untuk kebahagiaan
dunia dan akhiratmu …

Leave a comment »